Titik Jenuh
Ada saat dimana kita benar-benar lelah dan merasa jenuh dalam suatu keadaan.
Kemarin aku dari Balikpapan, begitu smpe rumah buka outlet dan kemudian malam ngurir smpe mendik 3. Aku begitu lelah. Dan hari ini semua membuat masalah dan aku yang disalahkan. Jujur, aku benci hal yang tidak aku lakukan tapi aku yang disalahkan.
Pada fase seperti ini, apa yang ada dipikiranku? Ibu...
Setiap sedih dan jenuh aku selalu ingat Ibu, aku ingin menceritakan segala hal tentang kehidupanku. Tapi aku tahu semua itu gak penting untukmu. Keberadaanku juga tidak penting bagimu. Kau harus tau satu hal, aku benci saat senang dan sedih ingat Ibu. Barangkali memang hanya kau yang kupunya saat ini di Bumi.
Aku tidak heran jika orang lain pun bersikap acuh dan tidak peduli terhadapku, itu bukan kewajiban mereka memang. Kau sangat tahu aku tidak punya siapa-siapa disini. Semua orang menyalahkanku. Mereka beranggapan Ibu ku saja tidak peduli apalagi mereka yang tidak ada hubungan darah sama sekali. Aku benci kenyataan ini. Namun tidak ada yang bisa aku lakukan.
Maaf bapak, jika aku tumbuh menjadi wanita yang egois dan ambisius.
Mereka mengganggap semua diukur berdasar materi. Sedangkan aku tidak punya apa-apa saat ini. Aku tidak diijinkan untuk dekat dan berteman dengan siapapun. Mereka hanya ingin aku selalu menuruti kemauan mereka.. Aku mau pergi pak. Kemanapun. Sendirian. Aku hanya mau membahagiakan diriku sendiri tanpa ada orang-orang yang hanya memanfaatkanku saja. im okay. Kisah cintaku selalu gagal. Bapak tiriku begitu jahat, dia mencaci maki semua laki-laki yang dekat denganku. Sehingga tidak ada yang mau bersamaku.
Jika nanti aku sudah tidak disini, aku harap bisa bahagia. Aku akan berusaha agar bisa secepatnya menghindar dari mereka.
Kemarin aku dari Balikpapan, begitu smpe rumah buka outlet dan kemudian malam ngurir smpe mendik 3. Aku begitu lelah. Dan hari ini semua membuat masalah dan aku yang disalahkan. Jujur, aku benci hal yang tidak aku lakukan tapi aku yang disalahkan.
Pada fase seperti ini, apa yang ada dipikiranku? Ibu...
Setiap sedih dan jenuh aku selalu ingat Ibu, aku ingin menceritakan segala hal tentang kehidupanku. Tapi aku tahu semua itu gak penting untukmu. Keberadaanku juga tidak penting bagimu. Kau harus tau satu hal, aku benci saat senang dan sedih ingat Ibu. Barangkali memang hanya kau yang kupunya saat ini di Bumi.
Aku tidak heran jika orang lain pun bersikap acuh dan tidak peduli terhadapku, itu bukan kewajiban mereka memang. Kau sangat tahu aku tidak punya siapa-siapa disini. Semua orang menyalahkanku. Mereka beranggapan Ibu ku saja tidak peduli apalagi mereka yang tidak ada hubungan darah sama sekali. Aku benci kenyataan ini. Namun tidak ada yang bisa aku lakukan.
Maaf bapak, jika aku tumbuh menjadi wanita yang egois dan ambisius.
Mereka mengganggap semua diukur berdasar materi. Sedangkan aku tidak punya apa-apa saat ini. Aku tidak diijinkan untuk dekat dan berteman dengan siapapun. Mereka hanya ingin aku selalu menuruti kemauan mereka.. Aku mau pergi pak. Kemanapun. Sendirian. Aku hanya mau membahagiakan diriku sendiri tanpa ada orang-orang yang hanya memanfaatkanku saja. im okay. Kisah cintaku selalu gagal. Bapak tiriku begitu jahat, dia mencaci maki semua laki-laki yang dekat denganku. Sehingga tidak ada yang mau bersamaku.
Jika nanti aku sudah tidak disini, aku harap bisa bahagia. Aku akan berusaha agar bisa secepatnya menghindar dari mereka.
Komentar
Posting Komentar