Dear Ardi

Bicara soal cinta, bukan hanya aku orangnya. setidaknya, aku bisa menuliskan tanpa harus kau tahu aku yang mengagumimu dalam diam. Kesempatanku semakin sempit, ya, bisa jadi kita ditakdirkan dengan orang yang menyukai kita, namun tidak dengan yang kita sukai. setidaknya aku tidak menyesal karna pernah mencintaimu dalam diam. mengagumimu dalam hati. Di dunia, derajat begitu terlihat, kau tidak tahu siapa aku dan latar belakangku yang sebenarnya. aku benar-benar sangat minder jika berurusan dengan perasaan. aku bisa menerimamu dalam hal apapun, karna aku berasal bukan dari yang berkecukupan.  tapi, belum tentu sebaliknya.
semakin aku ingin sendiri, semakin aku ingin diperhatikan. aku  hanya butuh sandaran. siapapun itu. Rasanya, aku sudah cukup dengan hinaan sebagai anak yang dibuang, anak tiri yang tidak diperlakukan adil dan aku sudah cukup harga diriku di injak-injak tanpa dosa. tidak ada yang menjamin esok kita masih ada. kadang aku juga lelah hanya dengan kata sabar.
lihatlah, sekarang dirimu sudah berpangkat. aku tidak berani terlalu dekat. aku bukan orang yang seperti kau impikan untuk bisa dibanggakan. Sarjana, hanya gelar yang aku sendiri tidak mau mengakui meski aku berjuang mendapatkannya. Ditambah dengan penjual pisang goreng. Apa yang bisa kamu pertahankan dari penjual pisang goreng.
siapapun yang akan berada disampingmu, aku percaya bahwa dia akan terus berusaha membahagiakanmu. Jika kau pikir aku takut gagal dan sakit hati lagi, kurasa kau benar. sampai sekarang pun perasaan ku masih was-was. aku benar-benar tidak ingin mencintai dengan sepenuh hati kembali. Dingin, kaku itu aku.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Titik Jenuh

Gas Teros

16 Nopember 2018